— A New Beginning


Halo! Apa kabar teman-teman semoga sehat selalu ya. Setelah hiatus lama sekali dan hampir memutuskan untuk berhenti ngeblog pada akhirnya saya kembali juga dan akan tetap kembali ke dunia blog (if Gods will). Terima kasih ya dukungannya Pak C akhirnya saya mau terbujuk untuk kembali lagi dan teman-teman dekat saya yang saya tanyai pendapatnya tentang "apakah saya harus berhenti ngeblog?" dan kebanyakan mereka menjawab tidak dan jangan. Thanks Guys!

Saya kembali lagi ke blog ini bukan lagi sebagai iamlucianne, bukan juga sebagai fashion blogger  walaupun saya masih suka fashion. Saya kembali dengan interest yang baru dan memulai blog ini dengan sesuatu yang baru dengan catatan saya nggak mau melupakan dan meninggalkan jati diri blog saya yang lama yaitu blog fashion. Makanya saya akan tetap pakai blog sejak tahun 2011 ini walaupun isi blognya sudah berubah. Sadar nggak? Saya pakai Bahasa Indonesia untuk tulisan blog kali ini hehe. Saya pikir sudah saatnya juga kali ya?

27 Desember 2018, dinner ulang tahun saya. Hari dimana kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius, tunangan. Setelah 6 tahun bersama-sama saya tidak menyangka bahwa tahun setelahnya akan menjadi tahun yang besar buat kami berdua. Memutuskan untuk menikah bukanlah hal yang kecil. Memutuskan untuk menikah berarti bersedia untuk sehidup semati. Banyak hal yang telah kami bicarakan dan diskusikan. Ya, saat dia propose saya sudah tau, nggak ada surprise seperti pasangan kebanyakan, kenapa? karena saya hanya mau dilamar saat saya sudah siap untuk menikah dan tidak akan menyesali keputusan saya nantinya ketika saya bilang "yes". Dan kamipun memutuskan untuk merayakannya dengan candle light dinner ditambah bertepatan juga dengan ulang tahun saya tanggal 24 Desember lalu. I feel so blessed and no word can describe how happy I am.

Hampir setahun juga kami mempersiapkan semuanya. Dari awal kami berdua sudah memutuskan untuk tidak membuat pesta besar kalau menikah. Cukup keluarga dan teman dekat. Untungnya tidak susah untuk menyamakan apa yang kami sukai sehingga bisa sedikit mempermudah mengkonsep pernikahan kedepannya. Orang bilang menikah itu perayaan seumur hidup sekali, ya, kami setuju tapi tidak semua suka pesta yang meriah dan ramai tapi tidak sedikit pula yang suka pesta yang intim dan sakral. Tanggal mulai dicari dan ditetapkan, kami yang mix culture inipun kebingungan. Manakah tanggal yang baik untuk kami berdua?

Hal yang paling fatal dan lupa kami perhitungkan adalah sakitnya Papa. Memang tidak ada yang mendoakan keluarganya untuk cepat dipanggil Tuhan tapi setidaknya dengan kondisi yang ada kita juga harus realistis. Papa dipanggil Tuhan pulang ke rumahNya tanggal 30 September 2019, hanya 2 bulan lagi saja menjelang kami menikah. Andai saja kami bisa mempercepat hari Hnya pasti setidaknya papa masih bisa melihat anak sulungnya menikah, meskipun dalam keadaan yang kurang sehat. Tapi saya yakin papa juga bahagia dan pasti lihat kita semua dari surga.

Setelah meninggalnya papa tanggal yang ditentukanpun menjadi kacau balau, dalam budaya tionghua apabila ada keluarga yang meninggal maka harus menikah dalam 100 hari kalau tidak harus menunggu untuk bisa menikah nanti setelah 3 tahun. Memang benar, tanggalan yang sudah kami persiapkan masih terhitung dalam 100 hari hanya kami terkendala di Sangjit atau hari lamaran. Kami baru boleh melakukan sangjit setelah melewati 49 hari meninggalnya papa. Setelah berdiskusi panjang dan tanggalan pemberkatan sudah tidak bisa dirubah karena sulit untuk mendapatkan pastor akhirnya keluarga memutuskan untuk pemberkatan terlebih dahulu secara agama dilanjutkan acara 49 harinya papa, kemudian sangjit keesokan harinya dan resepsi pada tanggal 24. Sungguh perjalanan yang panjang untuk mendapatkan sebuah tanggal. Untungnya semua acara berjalan lancar.

Setelah memilih tanggal tentu saja deretan wedding checklist lainnya menunggu. Gaun pengantin, bunga, fotografer, dekor susul menyusul semuanya. Tidak perlu vendor besar dan mewah tapi hasil tidak sesuai ekspektasi. Dalam beberapa hal kami memilih vendor kecil termasuk gaun pengantin. Budget pasti menjadi hal yang akan diperdebatkan kalau ingin menikah, tergantung pasangan mau yang wah atau yang biasa aja seperti kami. Saya memilih menikah yang simple tapi isi rumah dan honeymoon saya harus yang terbaik. Makanya saya memilih private wedding agar tidak banyak menguras tabungan.

Memilih vendor untuk gaun pengantin juga bukan hal yang mudah. Awal sebelum akhirnya saya memutuskan untuk menjahit gaun pengantin (yang dalam pemikiran saya such a waste) saya sudah berkeliling kota untuk mencari bridal yang menyediakan gaun pengantin yang saya cari. Kriterianya boleh sabrina a line, tidak kembang atau sabrina mermaid tail. Tapi saya harus kubur impian saya dalam-dalam karena hampir semua gaun pengantin yang saya coba tidak ada yang saya sukai. Mulai dari modelnya yang kurang update, warnanya yang sudah tidak putih, tanggalan yang tidak tersedia sampai gaun yang tidak muat. Kebetulan saat fitting pertama saya masih cukup curvy sehingga model duyungpun tidak fit untuk saya. Selain itu, untuk gaun yang disewakan bridal juga mematok harga yang lumayan tinggi untuk model yang kurang update. Paling murah IDR 2.000.000 sekali sewa dengan jaminan.

H-2 bulan setelah tanya sana sini dan atas rekomendasi Yovita saya memutuskan untuk menjahit gaun pengantin saya sama Bu Lidia, mama dari teman dekat saya saat SMA. And my wedding gown come true dengan lengan 2020 yang panjangnya sampai betis, sopan, model duyung seperti yang saya inginkan. Dreamy!

Sederetan vendor lainnya yang mungkin kamu butuhkan kalau ingin menikah (siapa tau ;p) :
Fotografer - Mas Bagus Photography
Bunga Bride - Flower Bee Co.
Boutonniere - Flower Bee Co.
Headpiece - Headpieceku
Wedding Gown & Veil - Bu Lidia
Wedding Shoes - Pretty Fit
MUA Bride - Kartika Xu MUA
MUA Moms & Bridesmaids - June Khang, Yenny Wuibent
Bridesmaid Boxes - Bridesmaidbox Paperbag
Groomsmen Vest - Tahalim Indonesia
Groomsmen Bowtie - Bowtie Store Official

Untuk hotel tempat dandan saya pakai New Hollywood dan menjadi the biggest regret. Pikirnya karena dekat rumah dan semua keluarga bisa ngumpul untuk dandan tapi ternyata hotelnya kurang bagus untuk photoshoot. Sad!

Omong-omong selain drama tanggalan yang susah ditentukan ternyata saat memesan sepatu wedding juga perlu memakai urat wajah untuk memaksa si pembuat sepatu akhirnya menyelesaikan dan mengirimkan shoes yang tidak sesuai dengan impian saya. Saat sepatunya (akhirnya) datang untuk model yang fatal, warna yang terlalu skin tone, bow yang lupa dipasang sesuai dengan kesepakatan, mutiara yang hanya dilem dan tidak dijahit, overall saya kasih 2/10. Tapi untuk kenyamanan saya bisa kasih nilai 6/10 untuk sepatu yang modelnya kacau begitu. Vendornya? Onlineshop gede dengan 311.000 followers di instagram. Proses pembuatan janjinya paling lama 25 hari ternyata nyampe hampir 4 bulan. Untung belum lewat nikahan kan. Karena saya kurang suka dengan wedding shoesnya akhirnya saya cari lagi, ketemulah Pretty Fit yang sedang mengeluarkan koleksi wedding shoes, pas sekali! Pretty Fit 8/10 untuk model, 5/10 untuk kenyamanan. Ujungnya agak sakit.

Omong-omong lagi! Jangan lupa perawatan ya girls. Kalau mau nikah pasti mau cantik, mau bobok berdua suami pasti harus fit, bersih, wangi dan bebas bulu-bulu! Untuk perawatan dari muka sampai mengecilkan lengan, pipi alias Hifu, suntik jerawat, IPL underarm saya mempercayakannya kepada The Aesthetic Pekanbaru. Langganan sejak buka! Hahaha. Untuk cat rambut coklat sebelum wedding saya percayakan kepada Necis Salon. Potong dan cat untuk salon yang agak high class saya dapat good deals karena udah potong rambut sama mpoknya dari SD. Lol

apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.

I think that's it. Hahaha sudah kepanjangan ya? Mungkin segini dulu ya, tenang masih ada blog resepsi beserta dramanya!
Mudah-mudahan plan ngeblog saya ini bisa berjalan lancar, rajin, rutin dan share banyak hal bermanfaat untuk kalian. Mohon doa untuk semuanya ya! 
Sampai jumpa di cerita berikutnya fams

Comments

  1. Selamat ya kak, ditunggu updatenya..
    Jadi ingin juga nikah dgn acara yang kecil :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for dropping comments on my blog!
have suggestions, criticisms or requests just tell me, I read them all

kisses,
@yukianas
contact me : yukilusianaeka@ymail.com