The Day I Said YES

Every love story is beautiful
but our is my favorite.-

27 Desember 2018.
Dan ketika cincin itu disematkan di jariku maka kamu akan menjadi labuhan yang terakhir bagiku. Hari itu hari dimana pada akhirnya Clement propose saya dengan cincin pemberian dari Ibunya. Aw so sweet! Aku terharu :')

Seperti yang saya ceritakan kemarin bahwa saya sudah tahu kalau mau dipropose dengan alasan yang juga sudah saya sebutkan pada post lalu jadi post kali ini kita bahas suka duka selama 7 tahun bersama saja ya seperti apa.

7 tahun bukan waktu yang sebentar untuk kami berdua. Ya, tidak mudah juga untuk mencocokkan perbedaan yang akhirnya menyatukan kami berdua. Kalau dibilang perjalanan pacaran kami mulus-mulus saja, tentu saja tidak. Sedih senang sudah kami lewati bersama. Dari punya uang banyak banget sampai nggak punya uang sama sekali juga sudah kami lewati. Putus nyambung? untung hanya sekali dan terakhir kalinya. Selama bersama C saya belajar banyak hal tentang kebaikan, ramah tamah dan selama dia bersama saya juga belajar bagaimana menjadi tegas dan leadership, tentu saja dalam konteks bisnis bukan rumah tangga ya. LOL

Pertama kali mengenal C, dia itu cowok berwajah rupawan yang banyak digemari gadis-gadis  di kampus dan dia cowok yang hanya ngerti soal gagdet, musik dan break dance. Saat kita semua masih pakai blackberry C sudah pakai android dan hanya dia satu-satunya di kelas kita yang pakai android, androidnya juga masih gingerbread. C juga nggak tahu-menahu soal dunia blog apalagi dunia fashion dan dia sempat heran juga dengan apa sih sebenarnya kerja blog itu. Saat tahun 2012 dimana saya sedang rajin-rajinnya ngeblog dia dengan sepenuh hati support saya dan juga bantu saya dalam hal fotografi, kalau kata anak zaman sekarang OOTD lah.

Pendekatannya cukup lama, makan waktu 1 tahun untuk benar-benar yakin dan akhirnya memutuskan untuk pacaran. Kalian tahu kan gimana galaunya kalau pacaran sama temen dekat yang juga dekat dengan teman segrup kita. Kalo putus nanti gimana, masih bisa temenan atau engga. Gambling ya. Dimulai dari sering numpang ke kampus karena rumah deketan, kerjain tugas bareng akhirnya makin dekat dan jadiannya juga pas saya baru pulang dari Medan pas makan malam di Marry Brown yang sekarang sudah tutup dengan modal setangkai bunga mawar. Lucu juga kalu diingat ingat.

Terlalu banyak moment yang sudah kami miliki selama 7 tahun ini. Selama itupulalah kami saling mengerti dan memahami karakter masing-masing. Banyak berubah demi kelanggengan hubungan dan mengalah. Kalau dipikir-pikir sifat kami sangat bertolak belakang. C itu orangnya ramah jadi gampang untuk kenalan dan ngobrol dengan orang baru berbeda dengan saya. Introvert. Tapi C orangnya tidak pedean kalau tampil, misalnya pakai baju yang stylenya agak berbeda dari biasanya, atau warnanya sedikit mencolok dia bakalan malu kayak nggak pake baju. Tapi sekarang dia bahkan sudah terbiasa saya siksa untuk lebih modis tapi sayanya masih tidak bisa langsung ramah kalau ketemu orang baru. Hehehe

Dukanya, karena kami berteman pada lingkup pertemanan yang sama jadi kelihatan sering bareng. Sampai-sampai pada bilang kalau kita nempel terus kayak perangko. Padahal nggak gitu maksudnya. Kuliah kan ngambil kelas sama, otomatis bareng. Rumah satu arah otomatis bareng, kadang suka heran juga dengan yang langsung judge aja. Tapi dari situ kami mencoba merubah pemikiran mereka yang suka nyinyir ini, karena kami bareng makanya bisa bisnis dengan baik, karena sering bareng foto-foto jadi lebih bagus. Sekarang barengnya kami sudah diterima dan dicap 1 paket, jadi kalo mau kasih info cukup kasih tahu salah satu dari kami saja karena kami sering bareng kemana-mana.

Pernah juga ada yang ngatain saya karena C sering sama saya jadinya nggak berteman dengan yang lain. Nah, kamu ngomong nggak ngaca toh? Lol. Alasannya C udah nggak mau terlalu ramah tamah ya karena sering dimanfaatin kebaikannya. Trus bukannya juga saya yang melarang, memang pertemanannya toxic untuk dilanjutkan. Jadi buat apa? Datang kalau ada maunya aja. Nah makanya kayak saya saja yang introvert ini, teman dikit tapi udah kayak keluarga sendiri.

Anyway, 7 tahun sudah C nemenin saya dari yang rajin ngeblog hingga saya sudah tidak bisa lagi rajin ngeblog karena magang dan skripsi. Sekarang, berbekal nemenin saya selama bertahun-tahun C pun jadi ngerti fashion dan sedikit modis. Kalau diingat pertama kali saya melihat C dengan pakaian bebas, holy, sayapun tidak sanggup berkomentar karena sangat tidak fashionable. Kalimat andalannya "Gimana, ini pemberian Mamaku. Nggak mungkin nggak dipake". I'm sorry C, lol.
______
DRAMA RESEPSI

Lalu ngomongin resepsi, kalian sudah tahu ya apa yang terjadi di InstaStory saya. Bagi yang belum baca ya silahkan dibaca masih ada dihighlight.

Gambaran besarnya, saat acara semuanya went smooth and fine dimata kaum awam. Tapi untuk lulusan hospitality macam saya dan Clement, ini fatal. Satu-satunya alasan saya mempermasalahkan profesionalitas marketingnya karena masukan yang saya berikan dan chat saya tidak dibalas selama 1 minggu. Padahal selain kasih masukan saya juga ngirimin bukti transfer pembayaran event saya. Pertanyaannya, sesulit itukah balas? Lalu dia jawab saat ketemu saya. Dia sibuk dan memang begitu cara kerjanya. Event yang telah berjalan akan direview setelah seminggu atau pas dia sudah available untuk ketemu klien dan bahas apa uneg-uneg dari acara sebelumnya. Yah, masa iya butuh seminggu juga untuk memendam amarah setelah event? Ngga make sense. Setidaknya dia bisa balas OK, YA SEBENTAR kalau memang niat padahal dia tahu chat saya itu ada. Dan dia bahkan ngaku tahu kalo saya da komplain (nah lho?).

Kalau saja hari itu atau besoknya atau lusanya atau beberapa hari setelah saya chat dan dia baru balas dan MINTA MAAF, it would be fine by me. Tapi itulah 2019 dimana maaf dan terima kasih itu sulit untuk diucapkan. Pertemuan kami kemarin tidak menyelesaikan apapun. Masih belum ada maaf atas nama dia yang saya terima saat dimana departemen lain sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan tanpa menyalahkan orang lain. Disamping itu dia masih bersembunyi atas nama manajemen. Dear, tidak sulit mengucapkan maaf atas kesalahan yang kamu perbuat tapi ya mungkin kamu tidak merasa bersalah atas apa yang kamu lakukan makanya kamu tidak bisa minta maaf. Kesalahan-kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dibahas akhirnya menjadi terbahas.

Wedding day buat pasangan memang menjadi hari yang membahagiakan. Kamu takkan biarkan itu rusak, tapi kamu juga tidak bisa memaksa acaranya 100% sempurna. Saya paham itu. Tapi ketidaksempurnaan dari tiap acara yang dihandle akan membuat acara-acara lainnya sempurna karena sudah sering kamu handle. Mungkin dugaan saya benar, underestimate biangnya. Jarang kan ada yang nikah dengan acara kecil? Biasanya pada suka gede dan heboh, tapi saya ulangi lagi, ngga semua orang suka. Nah gini deh, kesampingkan konteks kecil/besarnya suka/tidak sukanya orang terhadap wedding gede dan heboh. Dude, saya masih dalam masa 100 hari berkabung. Haruskah saya menikah dengan meriah sambil mengingat alm. ayah saya? It's not funny. Bayangkan kamu menikah dan melihat ibu kamu duduk sendiri yang kita sendiri juga ngga tahu apa yang ada didalam pikirannya. Seandainya papa masih ada? Seandainya papa bisa lihat ini semua. Yah, begitu pahitnya kalau harus saya jabarkan kenapa harus nikah secara private dan kecil. Make sense now?

Sekarang kalian pahamkan kenapa saya sebegitu kecewanya dan memakai sosial media untuk mencari keadilan? Kenapa harus setelah saya angkat masalah ini baru mereka bertindak? Saya ngga tahu berapa banyak orang yang bisa saja mereka kecewakan sebelum ini tapi mereka ngga bisa speak up karena mereka nobody? Saya juga nobody tapi untungnya saya besar dari blog dan akun saya kebetulan punya 10.000 readers yang bisa menggelitik mereka dan membuat mereka menganggap bahwa saya ini ada. Novotel, this is ugly. Saran saya jangan karena nama kalian sudah besar membuat kalian meninggi, jangan karena kalian dikenal kalian lupa menginjak bumi. Tanpa kami para tamu dan pembuat event kalian juga tidak ada. This article will stay in my blog. Biar orang yang mau wedding setelah saya mempertimbangkan kembali untuk memakai Novotel. Supaya tidak ada saya yang lainnya dikemudian hari. Malu yah, udah acara simple, kecil ribut lagi sama manajemen hotel. 1 hal yang menyudahkan kekecewaan saya, cukup minta maaf dengan tulus dan akuilah kesalahan kalian maka mungkin saya tidak akan kapok untuk kembali lagi kesana seperti yang Asst. DOSM mereka katakan. It's okay untuk kehilangan 1 tamu macam saya ini, tapi ingat tidak sedikit juga yang baca ini dan mempertimbangkan kembali untuk wedding disana.

Sedikit tambahan, pihak mereka sudah datang dan bicara ke saya meskipun saya tidak menangkap apapun dalam pembicaraan kemarin yang lebih banyak tanya jawab siapa yang ini dan siapa yang itu tapi saya tidak mau dicap tidak tahu diri karena tidak mengakui mereka datang. Terima kasih juga untuk marketing Novotel mau menyempatkan untuk datang menemui saya setelah berita ini heboh. Kudos untuk Andri supervisor Front Office, kata-kata dan permintaan maafnya paling tulus sejauh ini yang saya terima, tanpa menyalahkan pihak manapun dan tanpa membela diri.

Bohong juga kalau misalnya bilang persiapan dari bridesmaid & groomsmen yang membantu matang, apapun yang terjadi saat acara kita ngga bisa kontrol dan menurut saya hal seperti ini ngga bakal terjadi kalau ada komunikasi antar pembuat event dan tuan rumah. Tapi kalau tuan rumahnya saja sudah linglung ya linglung barenglah kita semua, right? Harapan saya semoga pihak-pihak terkait memperbaiki kinerja mereka untuk hotel sekelas mereka. Dan last but not least klarifikasi tidak akan menyelesaikan masalah, itu cuma menutupi kesalahan kamu dengan kata-kata pembelaan. Masalah ini belum ketemu kesimpulannya, saya bakal update kalau ada perkembangan selanjutnya. Peace!

Vendors :
Venue - Novotel Pekanbaru
Wedding Cake - Ladolce Vita
Reception Gown - Bu Lidia
Florist - Its Florence
Boutonniere - Flower Bee Co.
Bridesmaid Dress - Bowtie Store Official
Headpiece - SJK Atelier
MUA Moms & Bridesmaid - June Khang, Yenny Wuibent
Photographer - Mas Bagus Photo
Sampai jumpa di cerita berikutnya fams

Comments