Pakai Stang Apa?



Hai semua, ini post pertamaku di ohappylee.com. Wah aku sendiri tidak menyangka bahwa suatu saat aku akan join Yuki untuk menulis. Terima kasih untuk kesempatan ini, semoga kalian nggak bosan ya karena blog ini jadinya akan lebih sering diupdate. Post yang akan aku publikasikan lebih cenderung ke motor, traveling, fashion dan fotografi dengan motor pokoknya segala hal yang berhubungan dengan hazel moto. Nggak usah panjang lebar langsung ke pembahasan.

Kenapa ganti stang? Stangnya apa?
Untuk yang follow instagramku pasti tahu ya kalau aku sudah mengganti stang bawaan xsrnya dengan stang tracker. Yang belum follow silahkan follow @clementananto untuk melihat galeri xsr kepunyaanku. Alasan kenapa akhirnya aku memutuskan untuk mengganti stang motor tersebut karena untuk cowok yang tinggi badannya sekitar 175cm keatas posisi riding ini bukan posisi yang nyaman.

5 menit pertama berkendara dengan stang bawaan xsr ini kamu akan merasakan pegal dibagian tangan dan 40 menit selanjutnya pegal ini akan disambung dengan sakitnya punggung bagian atas. Nah untuk bagian penumpang, karena stang bawaan ini kesannya 'menarik' badan si pengendara untuk lebih maju maka akan ada tersisa gap antara si pengendara dan si penumpang yang membuat penumpang kamu serba salah. Kenapa? Footstep penumpang bawaan xsr bukan termasuk footstep yang nyaman untuk penumpang, to be honest. Apalagi kalau cuma pakai sandal. Apalagi kalau penumpang kamu adalah istri kamu yang bawel dan memakai sandal fipper nan tipis. Auto komplain. LOL. Disisi lain penumpang harus menyesuaikan posisi duduknya dengan si pengendara agar keduanya bisa merasa nyaman selama berkendara.

Saat kamu gas dan rem maka gap yang tercipta akan membuat si penumpang maju mundur dan tidak ada pilihan untuk memegang handle-besi belakang karena tidak tersedia untuk tipe motor ini. Ini konsekuensi kalau memilih motor dengan design retro ya. Yang bisa kamu lakukan adalah bertahan dengan pijakan kaki dan posisi duduk yang kurang nyaman itu atau memeluk si pengendara yang tangan dan punggungnya juga mulai pegal. Seandainya kalau memutuskan untuk nggak ganti stang, nggak bisa dibayangin sih kalau perjalanan yang ditempuh jauh badan ini akan jadi seperti apa. Hehe

Kelebihan menggunakan stang tracker, posisi tangan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya sehingga hal ini juga memperbaiki posisi duduk pengendara menjadi lebih mundur dan tegak. Gap antara pengendara dan penumpang berkurang sehingga si penumpang tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengadjust posisi duduk karena maju mundur. Much better for passenger. Dan menurut aku memang seharusnya posisi duduk seperti ini yang paling baik untuk pengendara dan penumpang.

Hal yang harus dilakukan saat kamu memutuskan untuk mengganti stang lama menjadi stang tracker:
1.       Mengganti tali kopling karena tali kopling yang lama kurang panjang. Tali kopling yang saat ini aku pakai adalah tali kopling milik megapro.
-   Merequest posisi tinggi/rendahnya saklar lampu- starter sesuai dengan yang kamu inginkan. Senyamannya kamu lebih baik karena ini pastinya untuk pemakaian jangka panjang.

Ada yang punya keluhan yang sama untuk stang?
atas : stang bawaan // bawah : stang tracker

stang tracker - CustomKit Official
- Material besi - Ukuran diameter stang 22,5 mm atau ⅞ inch - Panjang stang 79 cm - Tinggi setang -+ 17 cm (keadaan terpasang) - Tebal pipa 2 mm - Coating Hitam - Universal untuk semua motor kecuali Harley Davidson. - Dapat diaplikasi pada W175 (all type), XSR155, Scorpio, CB, Tiger, Megapro, Dll.

anyway, kalau kamu juga berencana untuk mengganti stang motornya kamu bisa langsung ke bengkel terdekat dirumah kamu dan minta mereka bor langsung stangnya untuk kedudukan saklar, estimasi biaya yang aku keluarkan untuk mengganti stang motor ini Rp 70.000,- sudah dengan biaya ganti tali kopling. Rp 70.000,- worth it ya untuk kenyamanan berkendara dimasa yang mendatang.

Selama 21 hari pakai motor ini yang bisa aku simpulkan adalah
Penilaian secara general :
Harga                                                                                   : 6.5/10
Desain                                                                                 : 9/10
Konsumsi BBM                                                                  : 7.5/10
Kenyamanan & Kemudahan penggunaan                          : 8/10

untuk harga banyak banget yang bilang mahal, hampir semua orang yang liat motor ini dan langsung nanya cashnya berapa? setelah dengar jawabannya "wah mahal ya padahal cuma mesin vixion". 
OTR Pekanbaru Rp 39.200.000,-
Tapi beda sih feelnya bro, ini xsr bukan vixion. Heheh
Ada harga ada desain, jadi aku kasih nilai 9 untuk desain yang retro tapi kekinian. Nah bingung kan. Lanjut, konsumsi BBM, 1x isi fulltank 70ribuan untuk pertalite, 2x 50ribu dalam 2 minggu. Perjalanan yang ditempuh 600km. Menurutku nggak boros tapi nggak hemat juga, sesuai sih sama porsi makannya. Nyaman! Joknya, badan motornya nggak seberat kelihatannya pas dibawa sayangnya tombol klaksonnya imut banget.

Still on wishlist:
1.       Knalpot, motor ini punya suara yang mirip dengan vixion yang mana sudah sangat umum untuk dimiliki. Jadi mudah-mudahan nemu suara yang cocok dan bisa ganti jadi yang lebih gahar.
2.       Penutup radiator. 
3.       Box, any suggestion? Shad or Givi? Atau siapa tahu ada merk lain yang lebih rekomen
4.       Bike handle bar guard
5.       Crash bar

Sekian untuk post kali ini, kalau kalian mau tanya-tanya dikolom komen blog ini ataupun komen/dm instagram tanyain aja, aku jawab semampu dan setauku ya.
Sampai jumpa dicerita berikutnya!

Comments